Disnakerind Tanah Laut Gelar FGD Penyusunan RTK Makro 2025–2029, Tekankan Pentingnya Sinergi Data Dan Kebijakan
Pelaihari, 7 Agustus 2025 – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Kabupaten Tanah Laut menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Rencana Tenaga Kerja (RTK) Makro Kabupaten Tanah Laut Tahun 2025–2029. Kegiatan yang berlangsung di Aula Disnakerind ini dihadiri oleh 40 peserta dari SKPD teknis terkait, Tim RTKD, serta narasumber dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.FGD ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu strategis ketenagakerjaan di daerah, mengumpulkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan, serta menyusun kerangka strategis perencanaan tenaga kerja makro yang sesuai dengan kondisi Kabupaten Tanah Laut.Kepala Disnakerind, Bapak Masturi, S.STP, dalam sambutannya menjelaskan bahwa RTK Makro memiliki peran penting sebagai dokumen kebijakan daerah, sementara RTK Mikro adalah dokumen perencanaan tenaga kerja yang disusun oleh badan usaha.“Bagaimana mungkin kita memfasilitasi dan mendampingi badan usaha menyusun RTK Mikro kalau kita sendiri tidak memiliki RTK Makro? Tahun ini kami juga bergerak membantu beberapa badan usaha menyusun RTK Mikro, dan di saat yang sama kita menyusun RTK Makro sebagai pijakan kebijakan daerah,” ungkapnya.Beliau menekankan bahwa dukungan suplai data dan masukan dari SKPD sangat krusial, mengingat setiap aktivitas pembangunan yang dilakukan perangkat daerah secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi dalam mengurangi pengangguran, meningkatkan kualitas SDM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.“Kalau SDM disiapkan, aktivitas ekonomi akan lebih bagus, otomatis tingkat pengangguran berkurang. Semua ini berkaitan dengan indikator makro daerah, mulai dari penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, hingga pertumbuhan ekonomi,” tambah Bapak Masturi.Dalam sesi diskusi, peserta menghasilkan daftar isu strategis ketenagakerjaan di Kabupaten Tanah Laut, masukan untuk proyeksi tenaga kerja berbasis sektor unggulan, serta identifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan SDM di sektor prioritas. Data dan masukan tersebut akan menjadi bahan utama penyusunan RTK Makro 2025–2029 yang strategis, akurat, dan implementatif.Kabid P2TK, Bapak Akhmad Amarullah, ST., MT, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif.“Hasil FGD ini diharapkan menjadi dasar yang kuat untuk perencanaan tenaga kerja makro di Kabupaten Tanah Laut selama lima tahun ke depan,” ujarnya.Dengan adanya RTK Makro, diharapkan seluruh program pembangunan daerah dapat lebih terarah, saling bersinergi, dan mendukung pencapaian indikator makro pemerintah daerah hingga tahun 2029.